Minggu, 13 November 2011
Lidah Tak Bertuan
Inilah manusia ditengah tengah cepatnya teknologi informasi, segalanya serba tersambung sana sini. Begitu cepat, termasuk percampuran bahasa di dalamnya.
Lidah tak bertulang, ketika dua budaya hidup berdampingan penuh harmoni, dan inilah yang terjadi dengan lidah lidah kami:
Perkawinan tak sengaja antara INI dan ITU, lahirlah INU! juga ITI!
Di lain pihak persilangan beda Negara pun juga terjadi, ketika ORIGINAL bertemu dengan ORISINIL, maka dilidah-lidah kamipun terucap ORISINAL dab!
Tidak tahu apa yang telah terjadi, yang jelas di jaman penjajahan dulu, banyak londo londo yang menikah dengan warga pribumi, waktu itu gambarnya kurang jelas, antara BLUR dan BLAWUR, dan dengan bangga muncullah, gambare BLUWUR bro!
KIRI DAN KIWO pun melintas dikepala secara bersamaan, sing penting belok KIWI pak!
Ini cerita tentang dua perkumpulan besar, The Gang of TOLE dan The Gang of GENTHO. Yang satu bentakannya ORA LE! Yang satu ORA THO!, dengan niat yang samar samar terucaplah ORA LO!
Yogyakarta, 13 November 2011, ditengah tengah kesadaran yang setengah
Senin, 07 November 2011
Pertanyaan Untuk Matahari dan Malam
Kok mendung e peteng banget, oh, jebule pancen wis bengi."
dalam bahasa Indonesia:
"Lampunya terang sekali, oh, ternyata matahari.
Mendungnya gelap sekali, ternyata memang sudah malam."
Selasa, 01 November 2011
Ujian Tanpo Sinau

ada yang butuh 20 menit,
ada yang butuh setengah jam,
ada yang menggunakan seluruh waktunya,
untuk tidak kehilangan harapan dan terus mencari,
walaupun pada akhirnya menyadari,
bahwasanya, jawaban ujian open book ini..
.
.
.
tidak ada di buku
namun begitu, masih ada aaja yang nggak tahu kalo ujiannya open book
Senin, 02 Mei 2011
Letupan #6 : Berburu Keindahan
jiwa yang tenang itu adalah milik mereka yang berilmu
ilmu itu adalah milik mereka yang telah belajar
belajar yuk! :D
tetaplah menginspirasi bro
-akbarsadarpo-
Jumat, 11 Februari 2011
Jangan Lupa Tengok Ya
sebuah treatment untuk hati,
tengoklah ke atas, agar tak tinggi hati
tengoklah ke bawah, agar tak kecil hati
tengoklah ke belakang, agar kenangan bisa selalu ada di hati
tengoklah kanan kiri, agar hati hati dalam berjalan
dan
tengoklah saudara kita dalam keadaan sehat maupun sakit,
agar tak kering hati,
lapang rizki,
dan panjang usia :)
*terima kasih untuk Mas Aichiro atas tengokan ke belakangnya
Kamis, 10 Februari 2011
Lari Pagi Ini
Pagi ini indah
Langit berwarna oranye
Di selingi semburat biru awan sisa hujan
Ya, sisa hujan tadi malam
Jalanan basah, menggenang di sana sini
Daun-daun masih menunduk, ditidurkan embun
Sebagian lain tidak berbeda, dibanding pagi lainnya,
Tiga burung emprit itu tetap apel di rumah pak RT,
Sambil bersahutan berkicau seru sekali,
Mungkin dalam kicauannya sedang membicarakan rencana mereka siang nanti,
Mau hang out kemana, atap masjid Al Uswah, pucuk tower RRI, genteng kantor bupati
atau sekedar leyeh leyeh di rerimbunan pasca sarjana UGM
Di sudut yang lain,
Suami istri itu sudah berboncengan kembali ke rumah
dengan Honda keluaran tahun 2000-nya,
Lengkap dengan dagangan warung kelontong,
Mulai dari kobis, buku gambar A4, sabun cuci, krupuk,
hingga sekotak permen coklat payung yang most wanted di kampung ini
Sejuk, sejuk, sejuk
Apapun yang sudah di mulai,
Yang jelas, pagi ini adalah pagi yang baru,
Udara masih segar, masih enak buat lari pagi,
Buat pengganti lari-lari kemarin sore,
Yang tertunda,
karena hujan deras sampai malam. :)
we will not go down (rock)
Senin, 07 Februari 2011
Hari Kemarin
di siang kau memohon sore,
dan di malamnya..
kau tak pernah benar benar bersama
malam, menangis, merindukan pagi
"halo, mau pergi kemana? jadi ke surga? bareng ya", dengan senyum renyah di barengi tawa ikhlas khas miliknya
Selasa, 14 Desember 2010
Harmoni Mechanical System
Jika kau jadi engine Yamaha R6 600cc yang mampu berlari kencang, dan berakselerasi maksimum..
Biarkan aku jadi nissin caliper yang selalu siap menjepit disc brake saat waktunya turunkan kecepatan, dan berkelok ditikungan
Atau biarkan aku jadi shock breaker YSS yang tetap membuatmu nyaman di kala jalan tak semulus yang kita harapkan, berlubang, berbatu
Atau biarkanku menjadi sekedar spion murahan tanpa sertifikasi SNI yang harganya tak lebih dari Rp 15.000,- sepasang, yang penting bisa membantu kita sesekali lihat kebelakang, sebelum menyeberang
Tak masalah jadi apa dalam naskah yang kita buat,
yang penting kita selamat sampai tujuan,
bersama sama tentunya
lebih tenang hidup dalam harmoni, kan? :)
-ditengah semangat belajar mechanical system-
Selasa, 17 November 2009
Untuk Perpisahan Kita

Jemari yang menari nari diatas papan huruf diiringi irama gitar, Waiting for Sunset – Jubing Kristianto. Mungkin kau akan tahu bagaimana perasaannya ketika kau membaca dengan diiringi irama yang sama. :D
Kita begitu saja saling mengenal waktu itu, tak ada yang spesial, dan keadaan membuat kita mengenal semakin dalam..
Mulai sekarang aku
Banyak hal yang telah kita bagi di dalam kisah kita. Mulai dari sekedar tertawa bersama sampai sedikit membagi rahasia. Sungguh menyenangkan saat kita tahu dimana kita mempercayakan rahasia, walau kita sudah berpisah, aku masih percaya kau akan menyimpan rahasia itu. Begitupun dengan aku, akan ku jaga rahasia-rahasia mu, sampai nanti kau membukanya sendiri, atau jika kau tidak pernah mau membukanya,
Satu bagian yang membuatku senang bersamamu, karena kau selalu siap ku ajak bicara walau sekedar obrolan ngalor ngidul untuk melepas lelahku. Obrolan tak tentu arah, walau tak jelas arahnya, tapi aku tahu dimana ujungnya, sebuah tawa atau senyuman. Tertawa dan tersenyum mungkin boleh kuartikan sebagai kebahagiaan. Ya, kita telah berhasil menciptakan itu. Masihkah kau ingat ketika aku bercerita tentang obsesiku menjadi rocker kala itu. Obsesi yang aneh mungkin, konyol. Tak tau dalam hatimu berkata apa, tapi yang ku tau waktu itu kau tersenyum, dan kalau boleh ku mengartikan itu ,secara sesuka hatiku, sebagai “kejar cita-cita mu itu!” Terima kasih untuk hal itu.
Tidak hanya tawa dan senyum yang sudah kita ciptakan. Kita juga telah berhasil berlaku jujur. Kita katakan yang kita sukai dan tidak kita sukai demi perjalanan kita. Walau kadang dibagian ini ego kita yang lebih sering tampil, tapi pada akhirnya kita berhasil tunduk pada kebenaran. Sempat beberapa kali aku berhenti dari pembicaraan kita, mungkin begitu juga dengan kau, ketika pembicaraan telah sampai dibagian yang tidak ku senangi atau bahkan ku benci. Tapi nyatanya setelah itu kita berhasil membangun suatu pembicaraan lain yang menarik. Hmm,Satu bagian yang juga indah walau tidak manis.
Sekarang kita sudah tak lagi bersama. Aku telah sadar sejak awal kita bertemu, “Pertemuan adalah awal dari sebuah perpisahan, dan perpisahan adalah awal dari sebuah cerita yang baru.” Mungkin kita sekarang sudah berada di episode selanjutnya dari kehidupan kita. Semoga dari pertemuan kita yang singkat ini, kita bisa belajar banyak hal, bisa menjadikan kita lebih dewasa. Jika kita bisa dipertemukan lagi, aku berharap kita dalam keadaan yang lebih baik, sehingga dapat merangkai cerita yang lebih indah, tak perlu dramatis, asalkan manis. Kuharap ada saatnya kita bersama lagi.
Yogyakarta, 17 November 2009 masih ditemani Waiting for Sunset
Senin, 02 November 2009
Secangkir Susu Coklat Hangat dan Bulan Purnama

Malam ini adalah malam ke 15 menurut penanggalan bulan, lunar calendar, penanggalan jawa, dan juga penanggalan hijriyah, artinya, malam ini aku tidak akan sendiri. Setidaknya walau bulan tak bisa ngomong dan tak bisa bohong dia tetap membalas senyumku setiap kali aku memandangnya.
Dari tempatku duduk saat ini, aku selalu bisa melihat langsung ke arah bulan, karena disamping meja belajarku terdapat jendela yang cukup besar untuk melihatnya hingga kira kira sepertiga malam sampai ia harus pergi dari jendelaku karena harus memenuhi kewajibannya berevolusi.
Tugas tugas kuliah sudah menumpuk di kamarku untuk diselesaikan, “maklum mahasiswa”, kata orang orang. Terlepas dari apa kata orang-orang, selalu ada keyakinan bagiku untuk bisa menyelesaikannya. Toh, sudah berkali-kali aku berhasil lolos dari acara-acara orientasi baik itu MOS, OSPEK, diklat, diksar, dsb., yang memberikan tugas segudang dalam waktu selubang kuncinya saja. Kakak kakak panitia mengatakan bahwa ini semua adalah simulasi kehidupan kita di dunia baru yang akan kita jalani nanti.
Beragam literatur bertumpuk di meja belajarku, dengan gagahnya membentuk bangunan bangunan yang sama sekali tidak artistik dan proporsional. Namun, mereka cukup berhasil menambah percaya diriku untuk menyelesaikan tugas yang sudah ku bentangkan di depanku sejak tadi.
Separuh pekerjaan sudah ku selesaikan, ku tengok telpon genggamku untuk melihat waktu, sembari berharap ada sms masuk. Waktu menunjukkan 22.14 berarti sudah sekitar dua jam sejak aku memutuskan untuk menghadapi tugas-tugas ini dengan gagah berani. Pertarungan yang cukup sengit, ada sensasi yang cukup unik ketika aku mulai kelelahan berpikir, yaitu perutku ini pasti akan terasa seperti kosong, mungkin metabolisme terjadi lebih cepat seiring dengan semakin panasnya otak ini untuk berpikir.
Ku putuskan untuk pergi ke dapur, mencari sesuatu yang kira kira bisa kumasukkan ke dalam mulutku untuk memberikan rasa hangat dari dalam tubuh.
Aku kembali ke kamar untuk menikmati secangkir susu coklat hangat. Kutengok telpon genggamku lagi, ada satu sms masuk! SMS dari seorang kakak kelas di SMA dulu. SMS itu berbunyi, ”Ukhuwah itu bkn trletak pd bnyknya prtemuan. Bukan pd manisnya ucapan di bibir. Tp pd ingatan seseorang trhdp saudaranya dlm stiap doanya.” Aku pun tersenyum membacanya. Terima kasih sudah mengingatku. Seandainya kau saat ini ada disini pasti sudah kuajak menikmati bulan purnama, tugas tugasku dan juga secangkir susu coklat hangat.
Sabtu, 31 Oktober 2009
Bagaimana Hujan Akan Turun?

Bagaimana hujan akan turun?
Jika lautan kian jauhi daratan
Bagaimana hujan akan turun?
Jika danau danau tewas dihajar kemarau
Bagaimana hujan akan turun?
Jika sungai sungai mengalir tak sampai ke hilir
Bagaimana hujan akan turun?
Jika mata air tak lagi menitik
Bagaimana hujan akan turun?
Jika embun tak lagi temani pagi
Tak tau bagaimana hujan akan dapatkan airnya..
Yang pasti,
Hujan akan turun dari langit
30 Oktober 2009
-terinspirasidalamperjalananditengahmendungringroadyogyakarta-
gambar : http://www.vagabondish.com/wp-content/uploads/out-of-the-rain-iran-164220897.jpg