"Ada dua hal yang cukup ampuh dari Raden Arjuna, yang pertama adalah kemampuannya memanah, dan yang kedua adalah ketampanannya.
Dalam hal memanah, di dunia wayang, kita mengenal Adipati Karna sebagai orang yang bisa mengimbangi beliau.
Dan untuk masalah ketampanan.., ehm
rasa rasanya tidak perlu kita bahas lagi, karena semua tahu siapa orangnya."
Senin, 23 Januari 2012
Belajar dari Wayang #1 - Gatotkaca Kalabendana
"Gatotkaca pun menyesal seumur hidup setelah tanpa sadar membunuh paman yang sangat menyayanginya, Kalabendana.
Amarah tidak pernah memenangkan apapun."
Posting dengan judul belajar dari wayang adalah ide yang saya pahami dan dapatkan setelah membaca buku "The Darkness of Gatotkaca" yang ditulis oleh Pitoyo Amrih. Apa yang saya tuliskan diatas pernah saya jadikan status di profile facebook saya.
Amarah tidak pernah memenangkan apapun."
Posting dengan judul belajar dari wayang adalah ide yang saya pahami dan dapatkan setelah membaca buku "The Darkness of Gatotkaca" yang ditulis oleh Pitoyo Amrih. Apa yang saya tuliskan diatas pernah saya jadikan status di profile facebook saya.
Sabtu, 24 Desember 2011
Pesan dari Dekade yang Lampau
Teknologi seharusnya tidak membuat kita kehilangan waktu
untuk orang orang di sekitar kita.
-------------------------------------
Di kejauhan terlihat seorang bapak mengayuh sepedanya ke
arah rumahku.
Aku berharap harap cemas.
Apakah dia akan mampir? Sebenarnya aku berharap dia mampir,
lalu memberikan sesuatu yang sudah dua pekan ini sangat kutunggu tunggu.
Aku hanya duduk terdiam, mendiamkan Buku Pintar Seri Dunia
yang beberapa saat lalu masih ku belai belai halaman demi halamannya.
Sang Bapak Tukang Pos bergerak begitu dramatis, tiap kayuhnya membunyikan genderang tak tentu di dalam hati. Inilah salah satu lima belas detik terlama yang pernah ku alami.
Sang Bapak Tukang Pos bergerak begitu dramatis, tiap kayuhnya membunyikan genderang tak tentu di dalam hati. Inilah salah satu lima belas detik terlama yang pernah ku alami.
Pak pos berhenti di depan rumahku, membunyikan bel sepedanya
dua kali, "kring,kring!"
"Akhirnya."
Dengan sumringah, ku hampiri sang penyampai.
Dengan tidak kalah sumringah lagi hangat, dia berikan
sepucuk surat dihiasi foto pak presiden di ujungnya.
"Terima kasih ya pak."
"Iya mas, sama sama, salam buat bapak ibu ya."
"Iya pak."
Dia pun melanjutkan perjalanannya. Ku tengok ditasnya tadi,
mungkin masih ada 10 pucuk surat yang harus Ia antarkan, dan dinantikan oleh
orang orang macam aku ini. Masih dua bukit lagi wilayah kerjanya. Sekian
tanjakan dan sekian turunan, serta sekian jalan bergeronjal. Semoga di tahun
tahun mendatang, seiring dengan menuanya usiamu, teknologi bisa meringankan
kayuhanmu, dan makin melebarkan senyumanmu.
Namun begitu, kurasa kau sudah cukup bahagia, dan terlihat
selalu bahagia, semoga dugaanku benar. Karena hari ini aku juga bahagia. Terima
kasih pak, sudah membawakan jawaban darinya, yang sedang menungguku di ujung
peta.
--------------------------------------
Siapa yang tidak rindu dengan kehidupan macam ini. Kalau
saya sih rindu.
Bagaimanapun Tuhan sudah merencanakan bahwa malam ini adalah
24 Desember 2011, selamat menikmati hidup, semoga usia kita bermanfaat dan
barokah. Amin
Senin, 28 November 2011
Sinetron Itu
Sinetron itu,
Rebutan harta warisan
Yang baik yang ditindas
Orang jahatnya bisa ngomong pake mata,
cuman melotot melotot nanti keluar suaranya
Sinetron itu,
Lupa Ingatan
Adanya orang kaya banget sama orang miskin banget
Penuh air mata
Orang jahatnya, jahatnya kayak gak punya hati
Kalo kata keponakan saya yang baru 3 tahun,
Sinetron itu,
isinya cuma:
"marah marah marah marah nangiiiis, marah marah marah marah nangiiiiiis."
Sinetron itu,
tiap hari ditonton sama eyang saya
Rebutan harta warisan
Yang baik yang ditindas
Orang jahatnya bisa ngomong pake mata,
cuman melotot melotot nanti keluar suaranya
Sinetron itu,
Lupa Ingatan
Adanya orang kaya banget sama orang miskin banget
Penuh air mata
Orang jahatnya, jahatnya kayak gak punya hati
Kalo kata keponakan saya yang baru 3 tahun,
Sinetron itu,
isinya cuma:
"marah marah marah marah nangiiiis, marah marah marah marah nangiiiiiis."
Sinetron itu,
tiap hari ditonton sama eyang saya
Rabu, 23 November 2011
Images of November
KAMERA: NOKIA C6
LOKASI: YOGYAKARTA, RING ROAD UTARA
WAKTU: 19 NOVEMBER 2011
FOTOGRAFER: AKBAR SADARPO
JUDUL: MEDUSA
KAMERA: NOKIA C6
LOKASI: YOGYAKARTA, BENER
WAKTU: 17 NOVEMBER 2011
FOTOGRAFER: AKBAR SADARPO
JUDUL: NDAWET
KAMERA: NOKIA C6
LOKASI: PURWOREJO
WAKTU: 20 NOVEMBER 2011
FOTOGRAFER: AKBAR SADARPO
JUDUL: PINTU LANGIT
KAMERA: NOKIA C6
LOKASI: LANGIT YOGYAKARTA
WAKTU: 23 NOVEMBER 2011
FOTOGRAFER: AKBAR SADARPO
JUDUL: BERANGKAT KERJA
KAMERA: NOKIA C6
LOKASI: PURWOREJO
WAKTU: 20 NOVEMBER 2011
FOTOGRAFER: AKBAR SADARPO
Minggu, 13 November 2011
Lidah Tak Bertuan
Betapa beraneka ragamnya dunia ini, Suku, Agama, Ras, Budaya, Bahasa, dan sebagainya.
Inilah manusia ditengah tengah cepatnya teknologi informasi, segalanya serba tersambung sana sini. Begitu cepat, termasuk percampuran bahasa di dalamnya.
Lidah tak bertulang, ketika dua budaya hidup berdampingan penuh harmoni, dan inilah yang terjadi dengan lidah lidah kami:
Perkawinan tak sengaja antara INI dan ITU, lahirlah INU! juga ITI!
Di lain pihak persilangan beda Negara pun juga terjadi, ketika ORIGINAL bertemu dengan ORISINIL, maka dilidah-lidah kamipun terucap ORISINAL dab!
Tidak tahu apa yang telah terjadi, yang jelas di jaman penjajahan dulu, banyak londo londo yang menikah dengan warga pribumi, waktu itu gambarnya kurang jelas, antara BLUR dan BLAWUR, dan dengan bangga muncullah, gambare BLUWUR bro!
KIRI DAN KIWO pun melintas dikepala secara bersamaan, sing penting belok KIWI pak!
Ini cerita tentang dua perkumpulan besar, The Gang of TOLE dan The Gang of GENTHO. Yang satu bentakannya ORA LE! Yang satu ORA THO!, dengan niat yang samar samar terucaplah ORA LO!
Yogyakarta, 13 November 2011, ditengah tengah kesadaran yang setengah
Inilah manusia ditengah tengah cepatnya teknologi informasi, segalanya serba tersambung sana sini. Begitu cepat, termasuk percampuran bahasa di dalamnya.
Lidah tak bertulang, ketika dua budaya hidup berdampingan penuh harmoni, dan inilah yang terjadi dengan lidah lidah kami:
Perkawinan tak sengaja antara INI dan ITU, lahirlah INU! juga ITI!
Di lain pihak persilangan beda Negara pun juga terjadi, ketika ORIGINAL bertemu dengan ORISINIL, maka dilidah-lidah kamipun terucap ORISINAL dab!
Tidak tahu apa yang telah terjadi, yang jelas di jaman penjajahan dulu, banyak londo londo yang menikah dengan warga pribumi, waktu itu gambarnya kurang jelas, antara BLUR dan BLAWUR, dan dengan bangga muncullah, gambare BLUWUR bro!
KIRI DAN KIWO pun melintas dikepala secara bersamaan, sing penting belok KIWI pak!
Ini cerita tentang dua perkumpulan besar, The Gang of TOLE dan The Gang of GENTHO. Yang satu bentakannya ORA LE! Yang satu ORA THO!, dengan niat yang samar samar terucaplah ORA LO!
Yogyakarta, 13 November 2011, ditengah tengah kesadaran yang setengah
Langganan:
Postingan (Atom)




