Ada dua
alasan yang membuat saya melangkahkan kaki ke Margo City, di sore di akhir
pekan ini. Yang pertama untuk menunaikan kewajiban saya kepada badan ini untuk
bergerak karena sejak pagi hanya bermalas-malasan saja. Bergerak terbatas di
dalam radius 5 meter di dalam rumah, sayang kalau tubuh nan gagah ini karatan
gara-gara minim digerakkan. Alasan yang kedua adalah untuk mencari album
Paramore yang Riot! Iya, sejak kemarin saya tersengat aksi panggungnya mbak
Hayley Williams dan kawan-kawan, gara-gara bergerilya di youtube dan tanpa
sengaja menemukan video-video live performance dari Paramore. Daku terkesima
lalu jatuh cinta. Sebagai bagian dari masyarakat yang menghargai kekayaan
intelektual berangkatlah saya untuk mencari album original di toko CD terdekat.
Singkat
cerita saya telah mendarat dengan selamat di Margo City diantar Bapak Masinis
serta rombongan keluarga besar commuter sampai di Chinese Hut Station (Stasiun
Pondok Cina) dilanjutakan jalan kaki 10 menit. Begitu melangkah masuk ke dalam
mal berkuncup putih ini nampak orang-orang berkumpul di sekitar panggung kecil
yang sudah berdiri di tengah ruangan. Ternyata ada penyanyi kaliber nasional
sedang manggung disana, siapa dia? Dia adalah Rossa. Beruntungnya saya, tepat
ketika masuk ke dalam mal ini mbak Rossa baru mulai menyanyi diatas panggung.
Dengan iringan band yang kompak, sound system yang menghenyak, dan vokal mbak
Rossa sendiri yang berkualitas tinggi sukses menghibur penonton gratisan yang
hadir sore itu.
Disela-sela
mbak Rossa dan band yang beraksi ciamik ada hal yang mengusik fikir saya.
Banyak diantara penonton yang sibuk merekam sang diva bernyanyi dengan HP
ketimbang menikmati langsung. Bagi saya pribadi, live performance macam ini
merupakan ultimate entertainment. Dimana segala bakat, kecerdasan, kreativitas
dan usaha manusia ditumpahkan untuk menjadi suatu hasil karya yang harmonis
lagi indah. Sayang sekali jika datang di acara seperti ini kita malah
disibukkan untuk merekam atau terus-terusan mengambil foto daripada menikmati
hiburan kualitas premium. Sesudah merekam lalu apa? Ditonton di rumah? Cuma
jadi hiburan kelas dua guys, tidak ubahnya video-video amatir di youtube,
kualitas gambar seadanya, kualitas suara apalagi. Tidak akan lebih hebat dari
live performance itu sendiri. Sayang sekali.
Kasus yang
lain sering terjadi ketika kita melihat foto-foto tempat yang indah, reaksi
kita, ”bagus banget, pengen kesana!”. Tetapi sampai disana, kita sibuk
foto-foto sampai lupa ultimate goal kita, yaitu untuk menikmati pemandangan dan
suasana tempat itu sendiri, sayang sekali.
Saya jadi
teringat, percakapan di film Secret Life of Walter Mitty, ketika itu setelah
perjalanan yang sangat panjang Walter Mitty akhirnya bertemu dengan sang
fotografer, Sean O’Connel, di Gunung Himalaya. Sean sedang memburu foto Snow Leopard
yang dikenal sebagai Ghost Cat karena sifat hewan tersebut yang jarang
ditemukan. Akhirnya sang Ghost Cat muncul, Sean O’Connel siap dengan kameranya,
namun tak kunjung menekan shutternya, lalu terjadilah percakapan,
Walter
Mitty: When are you going to take it?
Sean
O'Connell: Sometimes I don't. If I like a moment, for me, personally, I don't
like to have the distraction of the camera. I just want to stay in it.
Walter
Mitty: Stay in it?
Sean
O'Connell: Yeah. Right there. Right here.
Sean
O’Connel tidak jadi mengambil gambar dari buruannya itu.
Ini, mungkin
tentang pilihan pribadi, tentang selera, bagaimana kita menikmati suatu
pertunjukkan, bagaimana kita menjadi bagian dari pertunjukkan. Saya pun orang yang percaya tidak ada yang
salah dengan selera. Ya, menjadi manusia di Era Selfie memang tidak mudah,
selalu ada dorongan untuk mengabadikan apa-apa yang terjadi, mengunggahnya di
internet, lalu menikmati apresiasi dari khalayak maya. Mengabadikan momen pun
bukan hal yang salah menurut saya. Hanya saja jangan sampai kita menukar
momen-momen berharga yang nyata dengan kenikmatan virtual yang hampa.
Video-video
amatir di youtube memang menjadi bagian dari mencari tahu lebih lanjut ketika
saya mulai suka dengan Paramore, tetapi ketika Grup Musik ini tampil live di
depan saya, tentu saya sudah tahu apa yang akan saya lakukan, dan itu bukan
merekam dengan kamera HP.
Selamat menikmati
hidup.

sumber gambar: https://popspoken.files.wordpress.com/2011/08/p8210624.jpg