Sabtu, 24 Desember 2011

Pesan dari Dekade yang Lampau

Teknologi seharusnya tidak membuat kita kehilangan waktu untuk orang orang di sekitar kita.


-------------------------------------

Di kejauhan terlihat seorang bapak mengayuh sepedanya ke arah rumahku.
Aku berharap harap cemas.
Apakah dia akan mampir? Sebenarnya aku berharap dia mampir, lalu memberikan sesuatu yang sudah dua pekan ini sangat kutunggu tunggu.
Aku hanya duduk terdiam, mendiamkan Buku Pintar Seri Dunia yang beberapa saat lalu masih ku belai belai halaman demi halamannya.
Sang Bapak Tukang Pos bergerak begitu dramatis, tiap kayuhnya membunyikan genderang tak tentu di dalam hati. Inilah salah satu lima belas detik terlama yang pernah ku alami. 
Pak pos berhenti di depan rumahku, membunyikan bel sepedanya dua kali, "kring,kring!"

"Akhirnya."

Dengan sumringah, ku hampiri sang penyampai.
Dengan tidak kalah sumringah lagi hangat, dia berikan sepucuk surat dihiasi foto pak presiden di ujungnya.
"Terima kasih ya pak."
"Iya mas, sama sama, salam buat bapak ibu ya."
"Iya pak."
Dia pun melanjutkan perjalanannya. Ku tengok ditasnya tadi, mungkin masih ada 10 pucuk surat yang harus Ia antarkan, dan dinantikan oleh orang orang macam aku ini. Masih dua bukit lagi wilayah kerjanya. Sekian tanjakan dan sekian turunan, serta sekian jalan bergeronjal. Semoga di tahun tahun mendatang, seiring dengan menuanya usiamu, teknologi bisa meringankan kayuhanmu, dan makin melebarkan senyumanmu.

Namun begitu, kurasa kau sudah cukup bahagia, dan terlihat selalu bahagia, semoga dugaanku benar. Karena hari ini aku juga bahagia. Terima kasih pak, sudah membawakan jawaban darinya, yang sedang menungguku di ujung peta.

--------------------------------------

Siapa yang tidak rindu dengan kehidupan macam ini. Kalau saya sih rindu.

Bagaimanapun Tuhan sudah merencanakan bahwa malam ini adalah 24 Desember 2011, selamat menikmati hidup, semoga usia kita bermanfaat dan barokah. Amin

4 komentar:

kaspoel mengatakan...

ihi..

akbarsadarpo mengatakan...

aha..

sari mengatakan...

Cie, postinganmu so swit e, Bar :))

Jadi terinspirasi untuk kirim surat ke rumah saat KKN di Bangka nanti. Biar dramatis dan romantis :))

akbarsadarpo mengatakan...

cie cie, sarii, sudah mau mengirim surat. ihiiiy