Sabtu, 31 Oktober 2015

Cheap Camera, Pro Life Lessons

Jadi, di Youtube ada acara yang namanya "Pro Photographer, Cheap Camera Challenge" di Channel DigitalRev TV.

Di acara ini para fotografer profesional kelas dunia diundang oleh Kai W, sang empunya channel, untuk menjalani tantangan berburu foto. Tantangan berburu foto bagi fotografer profesional kelas dunia tentu saja bukan hal yang spesial. Tapi acara ini spesial, karena para fotografer tersebut tidak akan berburu momen dengan perlengkapan andalan mereka, tapi dengan Cheap Camera. Cheap Camera yang dimaksud adalah kamera mainan (kamera lego, kamera toystory, kamera barbie), kamera di jam tangan anak, kamera pocket dengan merk yang belum pernah terdengar sebelumnya, kamera handphone zaman pendahulu, dan sekawanannya. Tentu saja mereka geli ketika menerima peralatan tempur ini. Tapi justru disinilah hebatnya acara ini dan juga hebatnya para fotografer profesional. Alih-alih mundur dan menyumpah serapahi keadaan, mereka malah segera berfokus pada tantangan, menyesuaikan diri dengan kamera, lalu mencari obyek-obyek fotografi yang menarik dengan penuh semangat.

Tidak seperti DSLR yang konon dapat meningkatkan kegantengan baik fotografer atau obyeknya sebesar 23%, kamera-kamera murah yang digunakan sering nampak jauh dari kesan profesional atau meyakinkan. Tapi orang-orang ini tetap saja berburu dan mengarahkan gaya obyek-obyeknya dengan penuh percaya diri, layaknya profesional, memang profesional.

Di bagian akhir dari tayangan ini ditampilkan hasil-hasil fotografi yang barang tentu diatas rata-rata.


---
Mencoba memaknai pesan dari acara tersebut, beberapa kutipan dibawah bisa mewakili:

"The best camera is the one you have with you."
-Chase Jarvis

"The master has failed more times than the beginner has even tried."
-Stephen McCranie

"Sudahlah, jangan kebanyakan fafifu."
-Akbar Suryo Sadarpo




-


Tidak ada komentar: